Sabtu, 01 Oktober 2011

REPORTASE I MANAJEMEN DIKLAT "Training design and Evaluation Model"

Jakarta 26 september 2011. Pukul 08.00-10.00 gedung Daksinapati kampus A lantai 3 ruang 306 Unversitas Negeri Jakarta, dengan mata kuliah Manajemen Diklat oleh dosen Amril Muhammad, SE.,Mpd. Pada hari itu dosen saya pak amril menjelaskan tentang training design and evaluation model.
Alasan mengapa perlu di adakannya sebuah pelatihan :
1.     Ada kesenjangan antara kinerja aktual dengan kinerja ideal, contohnya, seseorang bekerja tidak sesuai dengan tuntutannya. Misalnya seseorang bekerja di suatu perusahaan seharusnya ia mendapatkan upah sesuai dengan apa yang sudah dikerjakannya, tetapi upah yang diterima tidak sesuai dengan apa yang sudah dikerjakannya.
2.    Karyawan baru, contohnya seseorang melamar pekerjaan sebagai receptionist, maka ia harus mengikuti job training, agar kinerja yang dihasilkan menjadi lebih baik.
3.    Teknologi baru, dapat dikatakan baru jika memang ada suatu inovasi baru dari teknologi tersebut, atau dapat dikatakan baru jika terdapat pengembangan baru dari teknologi sebelumnya.
4.    Membangun suatu budaya, contohnya adanya suatu budaya yang berbeda antar perguruan tinggi, antara UPI dan UNJ. Perbedaannya yaitu pada moto dari masing-masing perguruan tinggi.
5.    Promosi atau Mutasi. Promosi ialah suatu istilah dalam perusahaan untuk menaikkan jabatan seseorang ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan mutasi ialah perpindahan suatu jabatan pada jenjang yang setara.
Selanjutnya, dalam mendesign suatu pelatihan dan menilai model tersebut, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan :
A.  Mengidentifikasi kebutuhan
1.     Mengidentifikasi masalah, yaitu dengan melihat apakah dalam suatu kinerja terdapat kesenjangan atau tidak dalam upaya meyelesaikan dari suatu masalah.
2.    Menganalisis pekerjaan itu sendiri, yaitu dengan dibuatnya job description dari masing-masing bagian, sehingga setiap orang dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Deskripsi pekerjaan ini harus jelas jangan sampai ada yang menyimpang.
3.    Mengidentifikasi target kelompok, yaitu dengan menspesifikasikan bidang masing-masing.
4.    Menganalisis kebutuhan pelatihan, yaitu dengan : a. Melakukan survei ( melihat sebab dari pelatihan ini b. Pengamatan (pengamatan disini sifatnya ada 2 ada yang langsung dan ada yang lewat atasan. Pengamatan langsung dilihat diamati secara langsung oleh kita dan pengamatan lewat atasan biasanya dilakukan oleh atasan melalui catatan )c. Studi dokumen ( adanya penilaian kinerja ) d. Wawancara
B.  Mengatur dan Merancang Sasaran (objectives setting)
1.     Penentuan persyaratan masuk, misalnya untuk mendaftar di suatu perguruan tinggi, peserta didik sudah harus mememiliki ijasah SMA/SMK. Persyaratannya antara lain dilihat dari segi fisik yang sehat dan tidak buta warna dan juga dilihat dari segi sikap, harus ramah dan lemah lembut.
2.    Mendesign sasaran, hal ini dilakukan agar seseorang yang telah mengikuti pelatihan ini, mudah dalam mendapatkan pekerjaan.
3.    Merancang test, hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan seseorang.
4.    Memvaliditasi tujuan, proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa kita mencapai sasaran tersebut, karena jika tujuan tersebut tidak tercapai maka akan terjadi inefisiensi (kemubaziran)
C.  Design Instruksi (instruction design)
1.     Design instruksi, misalnya seperti merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan.
2.    Pelatihan instruksi, contohnya pelatih kebakaran dibutuhkan instruksi-instruksi yang tepat dan jelas.
3.    Materi atau handout instruksi, yaitu dengan menyediakan laboratorium untuk praktek.
D.  Implementasi atau menerapkan (implementation) 
1.    Merencanakan fasilitas dalam pelatihan, contohnya didalam sekolah harus dilengkapi berbagai macam fasilitas seperti banyaknya kursi disesuaikan dengan jumlah siswa satu kelas.
2.    Memilih instructor / pelatih yang tepat, hal ini dilakukan dengan cara seleksi dan pelatihan untuk mendapatkan pelatih (instruktur) yang baik.
3.    Pelatihan seleksi, hal ini dilakukan karena dalam suatu pelatihan pasti memiliki kapasitas yang terbatas,maka dilakukan lah seleksi untuk mencapai tujuan yang lebih spesifik. 
4.    Melaksanakan pelatihan sesuai dengan apa yang direncanakan.
E.   Evaluasi (Evaluation)
1.     Menganalisis prestasi yang dicapai. Sasaran ini dapat dilihat dari jumlah dan waktu yang digunakan selama pelatihan, selanjutnya baru di evaluasi.
2.    Menganalisis kinerja kerja pelatihan. Evaluasi ini dilakukan apabila sesorang tersebut sudah masuk kerja.
3.    Menghitung biaya apakah sepadan atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar